Tarif Parkir Naik Dua Kali Lipat, Jukir Liar Meresahkan Warga di Lapangan Merdeka Medan
1 min read

Tarif Parkir Naik Dua Kali Lipat, Jukir Liar Meresahkan Warga di Lapangan Merdeka Medan

Menjelang pergantian Tahun Baru, kawasan Lapangan Merdeka Medan kembali menjadi pusat keramaian warga. Ribuan masyarakat memadati area tersebut untuk menikmati suasana malam tahun baru, hiburan, hingga wisata kuliner. Namun di balik kemeriahan itu, muncul persoalan klasik yang kembali ramai diperbincangkan, yakni maraknya juru parkir (jukir) liar dengan tarif yang dinilai tidak wajar.

Sejumlah warga mengeluhkan tarif parkir yang naik hingga dua kali lipat dari harga normal. Untuk kendaraan roda dua, tarif yang biasanya berkisar di angka Rp3.000 hingga Rp5.000 melonjak menjadi Rp10.000. Sementara untuk mobil, tarif parkir bisa mencapai Rp20.000 hingga Rp30.000 tanpa disertai karcis resmi.

Warga Merasa Dirugikan

Banyak pengunjung merasa keberatan karena pungutan dilakukan secara sepihak. Beberapa jukir bahkan bersikap memaksa, sehingga masyarakat tidak memiliki pilihan selain membayar. Kondisi ini memicu keresahan, terutama bagi keluarga yang datang untuk menikmati momen pergantian tahun dengan aman dan nyaman.

Wali Kota Minta Dishub Bertindak Tegas

Menanggapi keluhan tersebut, Wali Kota Medan meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan untuk segera melakukan pembenahan. Dishub diminta meningkatkan pengawasan di lapangan, menertibkan jukir liar, serta memastikan tarif parkir sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Penertiban ini dinilai penting agar masyarakat merasa terlindungi dan kejadian serupa tidak terus berulang, terutama pada momen besar seperti libur nasional dan perayaan tahun baru.

Harapan Warga

Warga berharap pemerintah kota tidak hanya bertindak saat viral atau ramai diperbincangkan, tetapi juga menghadirkan solusi jangka panjang. Penataan sistem parkir yang jelas, pemberian identitas resmi jukir, serta sanksi tegas bagi pelanggar dinilai menjadi langkah yang perlu segera direalisasikan.

Lapangan Merdeka sebagai ruang publik utama di Medan diharapkan bisa menjadi kawasan yang tertib, aman, dan ramah bagi masyarakat, tanpa adanya praktik liar yang merugikan pengunjung.